Mantan Perdana Mentri Jepang Shinzo Abe Ditembak Saat Menyampaikan Pidato Di Kota Nara


Sarjanakucing21 - Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengalami luka tembak yang mematikan. Nyawanya tak dapat terselamatkan usai mengalami henti jantung dan perdarahan hebat, meski sempat ditangani tim dokter di Nara Medical University Hospital.


Dilansir dari DetikHealth, Shinzo Abe tengah menyampaikan pidato di Kota Nara, dekat Kyoto, saat seseorang melepas tembakan dari jarak dekat. Ia langsung dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi cardiopulmonary arrest atau henti jantung.

Berbicara tentang luka tembak, dokter bedah jantung dari Siloam Hospitals Jantung Diagram, dr Heston G B Napitupulu, SpBTKV(K)-D, menjelaskan bahwa peluru yang mengenai jantung bisa berdampak sangat fatal. Terutama, jika luka tersebut memicu perdarahan hebat.

"Kalau kena ke jantungnya, dan sampai bolong, harusnya sih darahnya sudah keluar semua sih. Akan meninggal kalau jantungnya sudah bolong," jelas dr Heston, ditemui detikcom, Jumat (8/7/2022).

Beberapa fakta yang terangkum tentang penembakan Shinzo Abe terangkum sebagai berikut:


Dokter yang menangani Shinzo Abe, Hidetada Fukushima, menjelaskan kondisi mematikan yang dialami perdana menteri terlama Jepang tersebut. Menurutnya, peluru yang menerjang tubuhnya memicu kerusakan serius hingga jantungnya berlubang.

"Dia mengalami cardiopulmonary arrest di tempat kejadian peristiwa," jelasnya.

Meski mengalami henti jantung di TKP, tidak berarti Shinzo Abe meninggal di tempat. Ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal akibat perdarahan hebat.

BACA JUGA: Selebgram Medina Zein Tertunduk Lesu Pada Saat Keluar Dari Kejaksaan Ngeri Jakarta Selatan Mengenakan Rompi Tahanan

2. Luka tembak di depan

Menurut dr Fukushima, ada sejumlah luka tembak di tubuh Shinzo Abe. Seperti dikutip dari NHK, ada 2 luka tembak di pangkal leher dan 1 luka di bagian atas area dada, dekat bahu. Disebutkan, luka tembak diyakini dari arah depan.


Dampak luka tembak yang dialami Shinzo Abe menyebabkan luka besar di dinding jantung. Luka tersebut memicu perdarahan hebat sehingga akhirnya nyawa Shinzo Abe tak dapat diselamatkan.

4. Peluru tidak ditemukan

Meski ada luka di jantung, dokter tidak menemukan sisa peluru di tubuh Shinzo Abe. Diyakini, pelurunya kecil tetapi menembus hingga jantung. Diduga salah satu serpihan peluru masuk melalui pembuluh darah, terbawa aliran darah lalu merusak jantung.

BACA JUGA: Artis Nathalie Holscher Gugat Cerai Komedian Sule

5. Ditangani 20 dokter

Awalnya, ada 10 dokter yang menangani Shinzo Abe. Namun kemudian, jumlahnya dilipatgandakan. Tim dokter juga melakukan operasi bedah jantung terbuka untuk menemukan lokasi perdarahan. Titik perdarahan di salah satu pembuluh darah utama sempat dapat dihentikan, namun darah yang keluar terlalu banyak meski sempat diberikan transfusi sebanyak 100 unit.

Shinzo Abe dinyatakan meninggal dunia pukul 5.03 sore waktu setempat.

Sumber: DetikHealth

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama