Aktor Iko Uwais Buka Suara Terkait Tuduhan Penganiayaan Berikut Versi Iko Uwais


Sarjanakucing21 - Setelah Aktor Iko Uwais Dikabarkan laporkan ke polisi, kini sang Aktor Iko Uwais akhirnya buka suara terkait adanya laporan terhadap dirinya yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Rudi.

Dilansir dari DetikHot.com, Kepada awak media, Iko Uwais yang bersama kuasa hukumnya, Leonardus Sagala, menjelaskan kronologi yang terjadi dari sudut pandangnya.

BACA JUGA: Aktor Laga Iko Uwais Dilaporkan Ke Polisi Atas Dugaan Penganiayaan Di Bekasi, Selengkapnya

"Saudara Rudi yang mana dia pelapor di Polres Metro Bekasi telah melakukan pemutar balikan fakta di dalam laporannya," kata Leonardus Sagala saat melakukan jumpa pers di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan, Selasa (14/6/2022) dini hari.

Namun menurut pihak Iko Uwais, Rudi yang melakukan provokasi terlebih dahulu kepada pihak Iko Uwais.

BACA JUGA: 5 Harta Karun Yang Ditemukan Di Indonesia Yang Meggegerkan Dunia

"Fakta yang sebenarnya terjadi adalah, justru pihak Rudi yang telah melakukan provokasi," jelas Leonardus Sagala.

Kemudian, Leonardus Sagala menceritakan kronologi berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Iko Uwais.

Kejadian bermula saat Rudi yang berprofesi sebagai interior desain tidak bertanggung jawab dengan pekerjaannya.

"Kejadian keributan itu berawal ketika klien kami berusaha mencari tahu keberadaan Rudi ini di mana. Karena, dia ini tidak melakukan penyelesaian terhadap pekerjaan, kewajibannya dia sesuai dengan perjanjian," terang Leonardus Sagala.

BACA JUGA: Ibu Di Sidoarjo Tega Jual Anaknya Untuk Layani Esek esek Seminggu 3 Kali Hingga Di Suntik KB, Selengkapnya

Kesepakatan awal, Rudi menawarkan jasanya sebesar Rp 300 juta, dan Iko Uwais membayar setengahnya. Namun, pekerjaan yang dilakukan oleh Rudi tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

"Rudi ini menyediakan jasa interior dengan kesepakatan Rp 300 juta. Klien kami sudah melakukan pembayaran terhadap terminal I dan termin II dengan total pembayaran Rp 150 juta. Nah, ternyata setelah klien kami bayar Rp 150 juta pun tetap tidak menyelesaikan pekerjaan," tutur Leonardus Sagala.

BACA JUGA: Bukan Harga Tiket Candi Borobudur Menjadi 750 per Orang Tetapi Harga Ini Yang Naik, Selengkapnya

"Bahkan, dia cenderung lari dari tanggung jawab. Ketika klien kami menayangkan, dia tidak mendapatkan respon yang baik," sambungnya.

Kemudian pada saat sebelum keributan berlangsung, Rudi dan istrinya terlebih dahulu memprovokasi Iko Uwais.

"Pada saat kejadian keributan itu, sebenarnya yang memprovokasi itu adalah Rudi dan istrinya," ujar Leonardus Sagala.

BACA JUGA: Emmeril Khan Mumtadz Putra Pertama Gubernur Jawa Barat Dilaporkan Menghilang Saat Berenang Di Swiss

Iko Uwais sendiri tengah mengambil bukti berupa foto atau video yang membuktikan jika Rudi yang diduga lari dari tanggung jawabnya tengah berada di rumah

"Jadi, pada saat kejadian, klien kami itu mencoba untuk mengambil foto atau video yang membuktikan saudara Rudi ini ada di rumah," terang Leonardus Sagala lagi.

Kemudian, saat istri Rudi yang tengah balik merekam Iko Uwais, Rudi secara tiba-tiba melakukan penyerangan.

BACA JUGA: Pencarian Eril Yang Telah Memasuki Hari Ke 6, Ridwan Kamil dan Atalia Ikut Serta Menyusuri Sepanjang Bantaran Sungai Aare

"Pada saat klien kami berusaha menghentikan tindakan istrinya Rudi yang merekam ini, justru Rudi ini melakukan penyerangan, menendang bagian sisi kiri klien kami yang nantinya, yang saat ini sedang sudah kami lakukan upaya hukum atas perbuatan itu," jelas Leonardus Sagala.

Mengenai luka yang dialami kliennya, Leonardus Sagala telah memiliki bukti berupa foto serta hasil visum.

"Jadi, di sisi kiri klien kami itu ada luka. Kami juga ada bukti fotonya, nanti juga pada saat ini, bang Iko belum bisa hadir karena sedang melakukan visum, didampingi dengan pihak kepolisian atas apa yang dia alami," terangnya.

BACA JUGA: Viral Seorang Istri Gerebek Suami Lagi Di Kamar Hotel Bersama Pramugari

Melihat kronologi yang dijelaskan, Iko Uwais sama sekali tidak memiliki alasan untuk melakukan penganiayaan. Tindakannya adalah murni sebagai tindakan pembelaan diri.

"Kalau tujuannya untuk mencederai atau mengeroyok, harusnya begitu Rudi ini jatuh, dipukuli dong. Tapi ini enggak, dibiarkan. Karena memang sejak awal tujuannya bukan untuk melakukan pengeroyokan atau pemukulan dalam rangka mencederai," pungkasnya.

Sumber: Detikhot

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama