Mengenang 7 Pahlawan Revolusi Korban Dari Peristiwa G30S/PKI, Yang Menyisakan Kesedihan Yang Mendalam

Sarjanakucing21 - G30S PKI (Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia) merupakan sebuah peristiwa yang terjadi pada tahun 1965 silam selain menyebabkan korban berjatuhan juga menyisakan kesedihan yang mendalam. Mereka diculik, disiksa hingga dibunuh oleh para anggota gerakan 30 September 1965 atau yang dikenal sebagai G30S/PKI pada 1 Oktober 1965.

Dalam peristiwa tersebut, setidaknya ada 6 jenderal dan 1 perwira TNI AD menjadi korban. Dengan memanfaatkan Resimen Tjakrabirawa, G30SPKI menculik dan membunuh para perwira tinggi Angkatan Darat tersebut. Ketujuh korban tersebut di antaranya yaitu:

1. Jendral TNI (Anumerta) Achmad Yani

Jenderal TNI Anumerta Achmad Yani merupakan komandan TNI AD yang lahir di Purworejo pada 19 Juni 1922. Achmad Yani menentang keras keberadaan faham komunis. Hal itulah menjadi sebab dirinya diculik dan dibunuh yang diduga dilakukan oleh PKI.

BACA JUGA: TNI Angkatan Laut (AL) Kibarkan Bendera Setengah Tiang Selama 7 Hari

2. Letjen (Anumerta) Suprapto 

Suprapto lahir pada 20 Juni 1920 di Purwokerto. Rekam jejaknya yang beberapa kali meredam pemberontakan PKI seperti di Semarang dan Medan membuat dirinya menjadi target PKI. Dia juga diculik dari rumahnya dan dibantai di Lubang Buaya.

3. Mayjen (Anumerta) M.T. Haryono

M.T. Haryono lahir pada 20 Januari 1924 di Surabaya. Letjen M.T. Haryon yang paham 3 bahasa asing ini juga diculik dari rumahnya dan dibantai di Lubang Buaya.


4. Letjen (anumerta) Siswondo Parman 

S.Parman lahir di Wonosobo, 4 Agustus 1918. Perwira intelijen ini sebenarnya dekat dengan PKI serta mengetahui kegiatan rahasia mereka. Namun dirinya menolak saat ditawari bergabung dengan faham komunis itu.

Karena itulah dia masuk daftar target pembunuhan PKI lantaran mengetahui banyak hal. S. Parman dibantai di Lubang Buaya. Otak pembantaiannya yakni kakaknya sendiri Ir. Sakirman yang merupakan petinggi PKI saat itu.


5. Mayjen (Anumerta) DI Panjaitan 

Mayjen salah satu otak di balik lahirnya TNI ini lahir di balige, Sumatera Utara. Bersama dengan pemuda lain dia membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR) cikal bakal TNI. Kematiannya mengenaskan. Sekelompok anggota PKI menyergap ke rumahnya dan membunuh para pelayan serta ajudan.

Merasa tahu ajalnya tiba, DI Pandjaitan menemui penyergap itu dengan seragam militer lengkap. Segera dia diberondong peluru dan mayatnya dibawa ke Lubang Buaya.

6. Mayjen (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo

Lahir di Kebumen, 23 Agustus 1922, Mayjen Sutoyo juga diculik di rumahnya dan dibantai di Lubang Buaya. Para penculik mengelabui dengan mengatakan Mayjen Sutoyo dipanggil oleh Presiden Republik Indonesia pertama Ir. Soekarno, tapi ternyata itu bohong.

7. Letnan Satu Corps Zeni (Anumerta) Pierre Andreas Tendean 

Satu-satunya Pahlawan Revolusi yang tidak punya pangkat jenderal namun keberaniannya sungguh luar biasa. Pierre Andreas Tendean sejatinya merupakan ajudan Jendral A.H Nasution.

Dirinya berdedikasi tinggi dengan secara berani menggaku bahwa dirinya adalah A.H. Nasution. Karena hal itu A.H. Nasution selamat dan berhasil lolos. Namun Pierre Andreas Tendean  akhirnya dibunuh dan dibantai di Lubang Buaya. 

BACA JUGA: 5 Fakta Mengenai Tengelamnya Kapal Selam KRI Nanggala-402 Di Perairan Bali, Kapal Terbelah Menjadi Tiga

Keenam jenderal yang disebutkan di atas beserta Lettu Pierre Tendean kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi. Sejak berlakunya UU Nomor 20 tahun 2009, gelar ini juga telah diakui sebagai Pahlawan Nasional. 

Peristiwa G30S PKI memiliki tujuan, yaitu menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno dan mengubah Indonesia menjadi negara dengan paham komunis. Gerakan ini dipimpin oleh DN Aidit yang pada saat itu merupakan ketua dari Partai Komunis Indonesia (PKI).

Selain 7 pahlawan revolusi korban G30S/PKI di atas, sebenarnya ada sejumlah pahlawan lainnya yang jadi saksi bisu kekejaman G30S/PKI. Antara lain:

1. Bripka Karel Sadsuit Tubun (dianggap membocorkan rahasia)

2. Kolonel Katamso Darmokusumo

3. Letkol Sugiyono Mangunwiyoto. 

Baca Selanjutnya... Kesaksian Presiden Soekarno Gagal Di Tembak Oleh Seorang Pembunuh Pada Saat Idul Adha !!

Tidak ada komentar untuk "Mengenang 7 Pahlawan Revolusi Korban Dari Peristiwa G30S/PKI, Yang Menyisakan Kesedihan Yang Mendalam"