Kedalaman Jatunya Kapal Selam KRI Nanggala-402 Hampir Setinggi Gedung Burj Khalifa

Hilangnya KRI Nanggala 402 di perairan Laut Bali membuat perhatian publik. Tak hanya publik, sejumlah negara mengirimkan bantuan pencarian terhadap kapal selam yang berusia lebih dari 40 tahun tersebut.


 Kapal Selam KRI -402 dikabarkan hilang kontak di perairan Bali, pada Rabu (21/4/2021) lalu.

 Kapal Selam KRI Nanggala-402 membawa 53 personel terdiri dari 49 kru, satu komandan unit dan tiga personel persenjataan yang dikepalai oleh Letkol Marinir Heri Oktavianus.


Diperkirakan Kapal Selam KRI Nanggala-402 Jatuh ke kedalaman antara 600 hingga 700 meter. Ketinggian tersebut hampir setara dengan gedung tertinggi di dunia yang menjadi ikon kota Dubai di Uni Emirat Arab, yakni Burj Khalifa.


Burj Khalifa adalah sebuah pencakar langit di Dubai yang diresmikan pembukaannya pada 4 Januari 2010. Ketinggian pencakar langit ini adalah 2.717 kaki atau 828 meter.

Semntara itu, palung Laut Bali memiliki kedalaman sekitar 700 meter. Palung tersebut terhubung dengan laut Flores dan Lombok yang memiliki kedalaman hingga 1.300 meter. 


Berbagai doa pun bertebaran di media sosial untuk keselamatan para kru kapal.

Spesifikasi KRI Nanggala-402

KRI Nanggala-402 dibuat galangan kapal Howaldt Deutsche Werke di Kiel, Jerman (Barat), pada tahun 1981 setelah kontrak efektif ditandatangani pada tahun 1977.

KRI Nanggala-402 memiliki saudara kembar, KRI Cakra-401, yang sama-sama dari Type 209/1300 -tipe kapal selam buatan HDW Jerman yang cukup banyak populasi di seluruh dunia.

Kapal selam tipe ini juga dibuat secara lisensi dan dikembangkan beberapa negara, di antaranya oleh
Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering di Korea Selatan yang menjadi kelas Changbo-Go.

Kapal selam buatan Korea Selatan ini juga dibeli Indonesia dalam skema yang semula adalah enam unit. Indonesia juga membangun kapal selam Changbo-Go ini di dermaga PT PAL, Surabaya. Tiga dari kapal selam kelas Changbo-Go ini telah hadir di Tanah Air, yaitu KRI Nagapasa-403, KRI Ardadedali-404, dan KRI Alugoro-405.

BACA JUGA: 5 Fakta Tengelamnya Kapal Selam KRI Nanggala-402 Di Perairan Bali, Kapal Terbelah Menjadi Tiga

Sebagai kapal selam yang berada di kelas menengah dengan sistem propulsi konvensional (nonnuklir), Type 209/1300 digerakkan motor listrik Siemens low-speed yang dayanya disalurkan secara langsung melalui suatu poros ke baling-baling kapal di buritan. Artinya, daya ini tidak memakai gear-gear mekanisme tambahan lain.

Adapun total daya yang mampu dihasilkan adalah 5 000 shaft horse power, sedangkan kehadiran baterai- baterai listriknya membuat dia mampu menyimpan daya listrik, yang dayanya disuplai empat generator mesin diesel MTU supercharged.



1 komentar untuk "Kedalaman Jatunya Kapal Selam KRI Nanggala-402 Hampir Setinggi Gedung Burj Khalifa "

Posting Komentar

Berlangganan via Email