Tumbuhan Porang Yang Tengah Tren Di Pertanian Dan Diminati Pasar Internasional !!

Tumbuhan liar Porang yang berasal dari hutan Sumatera Utara kini telah menjadi salah satu komoditas ungulan yang laris di berbagai negara seperti Thailand, Cina dan Vietnam. 

Jika dulu diabaikan sebagai tanaman liar di pekarangan rumah, tanaman porang kini banyak dibudidayakan petani di sejumlah daerah. Di pasar ekspor, umbi porang yang diolah jadi tepung ini banyak dicari.

Nah apa sih itu Tumbuhan porang?


Tumbuhan porang adalah tanaman umbi-umbian dengan nama latin Amorphophallus muelleri. Di beberapa daerah di Jawa, tanaman ini dikenal dengan nama iles-iles.

Porang biasanya dimanfaatkan dengan diolah menjadi tepung yang dipakai untuk bahan baku industri untuk kosmetik, pengental, lem, mie ramen, dan campuran makanan.

Tanaman ini juga bisa bertahan di tanah kering. Umbinya juga bisa didapatkan dengan mudah, sementara tanamanya hanya memperlukan perawatan yang minim, jadi tidak terlalu ribet ya teman-teman untuk merawat tanaman ini.

Bibitnya biasa digunakan dari potongan umbi batang maupun umbi yang telah memiliki titik tumbuh atau umbi katak (bubil) yang ditanam secara langsung.

Tanaman ini baru bisa dipanen yang baik pada usia di atas satu tahun sehingga masa panennya cukup lama.

Dan berapa sih harga porang ini?

Harga umbi porang segar mencapai Rp 4.000/kg. Dan harga porang yang sudah diolah dan siap ekspor mencapai Rp 14.000/kg. Negara tujuan ekspornya antara lain Jepang, China, Australia, Thailand dan Vietnam.

Dilansir dari Antara, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan  Kementrian pertanian tengah fokus mengembangkan tanaman porang karena memiliki pasar ekspor yang sangat menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Nah itu lah sedikit mengenai tumbuhan Porang dan harganya.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, trimakasih yang telah membacanya dan silahkan di coba untuk membudidayakan porang. 

Tidak ada komentar untuk "Tumbuhan Porang Yang Tengah Tren Di Pertanian Dan Diminati Pasar Internasional !!"