Kesaksian Presiden Soekarno Gagal Di Tembak Oleh Seorang Pembunuh Pada Saat Idul Adha !!

Presiden Soekarno menjadi sasaran pembunuhan saat sholat Idul Adha Pada rakaat kedua yang awalnya tenang berubah jadi kacau. Saat rukuk, terdengar teriakan takbir disusul suara tembakan.

Waktu itu Presiden Soekarno akan ditembak dalam jarak dekat oleh seorang penembak jitu bernama Sanusi, ketika Bung Karno sedang salat Idul Adha.

Tetapi, entah mengapa pandangan si penembak tiba-tiba kabur.

Terungkap jawaban dari sebuah misteri atas pertanyaan tersebut.

Melihat catatan sejarah puluhan tahun silam, upaya penyerangan terhadap tokoh-tokoh pemerintahan kerap terjadi.

Bahkan Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno berkali-kali menjadi target pembunuhan.

Namun penyerangan terhadap Sang Putra Fajar berkali-kali pula gagal.

Salah satu upaya pembunuhan itu saat Soekarno melaksanakan sholat Idul Adha.
Dalam autobiografi Mangil berjudul Kesaksian tentang Bung Karno, 1945-1967, Minggu pagi 13 Mei 1962 Mangil Martowidjojo, Komandan Kawal Pribadi Soekarno kedatangan Komandan Pengawal Istana Presiden, Kapten CPM Dachlan.

Kapten Dachlan menyampaikan ada upaya pembunuhan dari kelompok Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) terhadap Presiden Soekarno di Hari Raya Idul Adha.

Pasalnya pada 14 Mei 1962 Soekarno akan melaksanakan sholat Idul Adha di halaman Istana dengan beberapa tokoh agama, dan terbuka bagi siapa saja.

Sanusi menembakkan pistol ke arah Soekarno. Beruntung, peluru tersebut gagal meluncur ke arah Soekarno.

Sejumlah jamaah salat Idul Adha mengalami luka akibat tertembak di bahu dan punggung.

Penembakan yang dilakukan dari jarak sekitar 7 meter (penembak berada di saf ketujuh), meleset," begitu penjelasan dalam buku itu.

Hal ini terlihat mustahil lantaran Sanusi merupakan penembak jitu alias sniper andalan DI/NII.

 "Jalan kematian memang bukan kuasa manusia," tulis buku itu.

Tidak ada komentar untuk "Kesaksian Presiden Soekarno Gagal Di Tembak Oleh Seorang Pembunuh Pada Saat Idul Adha !!"